Bicara IPK (Index Prestasi Kumulatif)

By | April 24, 2009
Ngomongin masalah wisuda pati ngomongin masalah IPK juga… Saiya tidak tau kenapa apabila ada orang yang bertanya berapa IPK kamu???, Weks… saya langsung dag-dig-dug. Kata teman sih IPK nya bagus tuh, di atas tiga. Tapi masih merasa tidak puas.
Saya tidak tau, apa yang seharusnya saya lakukan. Apakah saya harus senang atau apakah saya harus menyesal. Menyesal karena waktu kuliah saya tidak bisa fokus seperti teman-teman yang lain. Dimana teman-teman mungkin saja sedang sibuk makan kamus dan materi kuliah, sedangkan saya sedang sibuk kerja (maklum kuliah dengan biaya sendiri). Ataukah saya harus senang dan bangga karena saiya bisa lulus kuliah walaupun dengan pontang-panting.

Ada yang bertanya, “kenapa masih kecewa padahal IPK sudah di atas tiga?”. Saya jawab, “Yah saya itu maunya 3,80!” Weks!!!! hehe… pantas nggak bersyukur, pengennya ketinggian ui!

Bangun! Bangun!

3 thoughts on “Bicara IPK (Index Prestasi Kumulatif)

  1. omiyan

    hehehehe IPK tuh sebenarnya ga menjamin seseorang menandakan akan bagus ketika dia berada didunia kerja

    saya pernah ngalamin hal mengesalkan ketika disatu sisi mati-matian belajar buat dapetin nilai bagus eh ada mahasiswa ya dengan entengnya alias ga musti belajar bisa dapet nilai bagus pas ta selidiki eh ternyata cukup dengan mengeluarkan uang sekian juta dapet deh nilai A atau B yang diinginkan

    Reply
  2. Let's Help

    @masnoer:
    Trims… “Barang siapa yang bersyukur pasti nikmatnya akan bertambahkan?”.

    @omiyan:
    Trims juga mas atas masukan pengalamannya.

    Wah… itu salah satu penyebab kemunduran bangsa kita mas…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *