Makam Mbah Priok Berdarah

By On Wednesday, April 14th, 2010 Categories : Serba-Serbi
Apapun alasannya, tindakan yang dilakukan oleh Satpol PP itu sudah di luar batas. Bagaimana mungkin warga yang cuma puluhan orang itu dilawan dengan ribuan anggota Satpol PP. Apa mereka lupa kalau mereka itu digaji dengan uang masyarakat. Seharusnya walaupun Satpol PP beralasan karena menjalankan perintah, namun apabila mereka memiliki otak dan nurani, mereka bisa berfikir dengan melihat situasi yang panas sekali itu, mereka seharusnya mundur walaupun tanpa komando dari atasan. Karena yang mereka lawan itu sebenarnya warga masyarakat yang menurut saya lebih tinggi tingkatannya dari jenderal sekalipun. Republik ini punya slogan Pemerintah dari rakyat dan untuk rakyat. Kekuasaan tertinggi pun berada di tangan Rakyat.

Dan lain hal apabila mereka Satpol PP -seperti berita yang beredar-, tindakan anarki Satpol PP tersebut dikarenakan EGO atau  GENGSI mereka apabila pulang tanpa membawa hasil. Mungkin di hati mereka berkata “Masa sih kita kalah sama warga yang lemah dan kebanyakan cuma anak-anak itu!!!”.

Maaf, bukan saya pendukung anarki, baru kali ini saya senang melihat kelakuan anarki warga. Mungkin karena disebabkan fikiran saya bahwa itu sangat wajar dilakukan untuk membalas dan menunjukkan bahwa warga masyarakat itu tidak lemah.

Satu hal yang terpenting adalah kerusuhan ini adalah berawal dari penggusuran makam Mbah Priok yang begitu dihormati dan dikeramatkan oleh warga. Wajar, karena ini sudah menyentuh keyakinan yang mendasar. Orang yang merasa keyakinannya di ganggu, maka akan melakukan apa saja untuk mempertahankan, bahkan ada yang rela mati. Makam Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad adalah bisa dikatakan situs sejarah bangsa karena Beliau sangat berjasa menyebarkan Islam di Indonesia khususnya Jakarta.
Saya senang melihat persatuan warga, setelah kerusuhan tadi, kian banyak warga simpatisan berdatangan untuk memberikan solidaritasnya kepada warga yang menjadi korban terutama ahli waris makam.
Sungguh miris ya, tidak perduli yang hidup, apalagi yang udah mati, tetap aja ada penggusuran. Tidak menghormati yang sudah mati persis kayak komunis saja. Apalagi ini sudah menyentuh hal yang berbau religi. SANGAT SENSITIF.
Hey… Satpol PP dan Pejabat, ingat uang yang kalian makan itu dari keringat masyarakat, jangan sombong. Masak masyarakat yang sudah ngasih makan kalian terkam juga. Liat tuh (maaf ini cuma sebuah contoh) Anj*** saja kalau dikasih tulang akan patuh sama yang empunya. Nah, kalian itu manusia masak tidak bisa lebih baik dari itu, artinya lebih rendah dari bina****. Cukuplah sudah sebutan untuk Satpol PP yang tidak lebih dari preman pasar.

HIDUP RAKYAT!!!
Makam Mbah Priok Berdarah | Si Boy | 4.5
Leave a Reply