Mengapa Indonesia Tidak Maju-Maju??

By On Wednesday, December 22nd, 2010 Categories : Serba-Serbi
Hmm… baru saja membaca beberapa blog yang postingya unik… Mengapa Indonesia Tidak maju-Maju??? Intinya karena sejak anak-anak, rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang tidak bermutu, mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, menurunkan motivasi, tidak sesuai dengan kenyataan dan tidak mendidik.

Dibawah ini saya akan repost saja deh: *maaf sengaja tdk tulis source karena, karena keliatannya postingan ini sudah hasil dari repost berantai atau posting rame-rame ^_^* Siapa sumber duluan sudah tidak jelas 😀

Mari Kita buktikan :

Lagu pertama:
“Balonku Ada 5… Rupa-rupa warnanya… Merah, kuning, kelabu…..
Merah muda Dan biru …
Meletus balon hijau , dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna
hijau?
Jadi jumlah balon sebenarnya Ada 6, bukan 5 ! -:)

Lagu kedua:
“Aku seorang kapiten… Mempunyai pedang panjang…
Kalo berjalan prok..prok.. Prok… Aku seorang kapiten!”
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait
Kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) Harusnya dia tetap
konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia
bernyanyi : “mempunyai sepatu Baja (bukan pedang panjang).. Kalo berjalan
prok..prok. . Prok..” nah, itu baru klop!
Jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi :
“mempunyai pedang panjang… Kalo berjalan ndul…gondal. .gandul.. Atau
srek.. Srek.. Srek..” itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!

Lagu ketiga:
“Bangun tidur Ku terus mandi.. Tidak lupa menggosok gigi.. Habis mandi
Ku tolong ibu.. Membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis
mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya Dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si
anak pakai baju dulu Dan tidak langsung membersihkan tempat tidur
dalam kondisi basah Dan telanjang!

Lagu keempat:
“Naik-naik ke puncak gunung.. Tinggi.. Tinggi sekali..kiri kanan
kulihat saja.. Banyak pohon
Cemara..2X”
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat Dan
motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang
tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki
lalu jadi bingung Dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke
kiri ke kanan aja, gak maju2!

Lagu kelima:
“Naik kereta api tut..tut..tut. . . Siapa hendak turut ke Bandung ..
Sby.. Bolehlah naik dengan percuma..ayo kawanku lekas naik.. Keretaku tak
berhenti lama”
Nah, yg begini ini yg parah! Mengajarkan anak-anak kalo sudah
Dewasa maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! Terutama jalur Jakarta-Malang Dan
Jakarta-Surabaya!

Lagu keenam:
“Di pucuk pohon cempaka.. Burung kutilang berbunyi.. Bersiul2 sepanjang
Hari dg tak
Jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. Li..li..”
Ini juga menyesatkan Dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg
Sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. Cuit!
Kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara
lagu anak2 dgn presenter Agnes Monica waktu dia masih kecil adalah tra
la la tri li li!), bukan burung!

Lagu ketujuh
“Pok am¨¦ am¨¦.. Belalang kupu2.. Siang makan nasi, kalo malam
minum Susu..”
Ini jelas lagu dewasa Dan tidak konsumsi anak2!
Karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan
anak Kecil.
Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem
ya Minum susu!

Lagu kedelapan
“Nina bobo Nina bobo oh Nina bobo… Kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 Indonesia diajak tidur dgn
lagu yg penuh nada mengancam. Dan justru waktu tidur Kita sering digigit
nyamuk

Lagu kesembilan:
“Bintang kecil dilangit yg biru…”
Ini menunjuk pada sesuatu yang tidak pada kenyataan Dan membingungkan
Bintang khan adanya malem, lah kalo malem kok warna langitnya biru?

Lagu Kesepuluh:
“Ibu Kita Kartini…harum namanya”
Mana yang benar… Tidak pernah memperoleh penjelasan Ibu Kita itu
namanya Kartini atau Harum?

Lagu kesebelas:
“Pada Hari minggu kuturut ayah ke kota …naik delman istimewa kududuk
di muka”
Apakah memang anak harus duduk di depan? Seperti Kita lihat mereka yang
menggunakan sepeda motor sekarang ini…. Anak selalu di depan

Lagu keduabelas:
“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun Kita…”
Kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang MO bikin sumur?
Mungkin yang inilah yang membuat Kita-Kita ini semua sekarang menjadi orang
yang tidak bisa berpikir jernih


Lagu ketigabelas: *diambil dari komentar-komentar blog*

“potong bebek angsa masak dikuali, nenek minta dansa, dansa empat kali… serong kekiri… serong kenanan… la..la..la…la….”
neh lagu udah serem jorok pula, bebek abis dipotong dan langsung dimasak.
nah tambah gak ngerti lagi si nenek, apa hubungannya coba bebek sama nenek, tu nenek pake minta dansa pula. ck ck ck…

Gambar yang di bawah ini mending tidka usah dilihat … ^_^

Berikan komentarnya di sini…

Mengapa Indonesia Tidak Maju-Maju?? | Si Boy | 4.5
Leave a Reply