Di Bawah Lindungan Ka’bah – Hamka

By On Tuesday, January 4th, 2011 Categories : Serba-Serbi
SURAT DARI MESIR
Sahabat! Sudah saya terima surat sahabat yang terkirim dalam bulan yang lalu. Mula-mula saya sangat bersedih hati sebab semenjak kita bercerai di Jeddah, tak pernah saya menerima surat lagi daripada engkau. Tetapi setelah surat itu saya terima saya baca, hilanglah sedih dan duka saya, nyata bahawa engkau tidak melupakan saya. 
Maksudnya engkau terangkan itu, sangat saya setujui, itulah suatu maksud yang baik, sebab itu adalah suatu hikayat dan kejadian yang mendukakan hati dan merawankan fikiran, yang kerapkali benar terjadi di dalam lingkungan belia-belia kita. 
Saya setuju maksud sahabat itu, pertama adalah karangan yang engkau maksudkan itu, akan ganti bingkisan (persembahan) kita kepada orang-orang yang menjadi korban itu, hantaran kepada arwah mereka yang suci; kedua ialah untuk menjadi cermin perbandingan orang-orang yang hidup kemudian daripada mereka. 
Bukan sedikit belia-belia yang telah menanggung sebagai orang yang telah ditanggung oleh kedua orang itu, tetapi sukar orang yang selamat sampai ke akhirnya. Padahal “rindu dendam” atau “cinta berahi” itu laksana Lautan Jawa, orang yang tidak berhati-hati mengayuh perahu memegang kemudi dan menjaga layar, karamlah ia diguling oleh ombak dan gelombang, hilang ditengah samudera yang luas itu, tidak akan tercapai selama-lamanya tanah tepi. 
Tidak ada bantuan yang dapat saya berikan kepada engkau di dalam pekerjaan itu, hanya bersama ini saya kirimkan surat-surat yang semasa kita masih di Makkah tak sempat saya berikannya kepada engkau. 
Demi apabila buku ini telah selesai, kirimkanlah kiranya kepadaku barang senaskah, guna menghidupkan kenang-kenanganku pada masa yang telah lampau, semasa itu kita masih dibawah Lindungan Kaabah. 
Sahabatmu.
Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka yang terbit pada tahun 1936 ini tergolong novel terbaik yang pernah ada dan sudah lama dijadikan referensi sastra terutama di Indonesia. Kata teman ane yang sudah baca sih, ceritanya bagus (ya iyalah, makanya dijadikan referensi sastra) dan termasuk novel pembangun jiwa (jelas, karena beliau sekaligus ulama).

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan/ akronim namanya, (lahir di desa kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik. (kapan-kapan kita ulas lengkap ^_^)

Silakan Download untuk koleksi… *beli bukunya, kemahalan ^_^*, mending download dan print sendiri atau bisa juga baca pake laptop ato PC…

SinopsisNovel Di Bawah Lindungan Ka’bah – Hamka
 Terimakasih atas kunjungannya… 🙂

Incoming search terms:

|, catatan buku di bawah lindungan kabah|
Di Bawah Lindungan Ka’bah – Hamka | Si Boy | 4.5
Leave a Reply