Novel Dalam Mihrab Cinta – Habiburrahman el-Shirazy

By On Sunday, January 2nd, 2011 Categories : Serba-Serbi
Sudah nonton Film dalam Mihrab Cinta? ane sih sudah, filmnya lumayan. Sudah baca novelnya? ane sih belum.. xixixi kebiasaan!!! nawarin orang baca, tp aq sendiri belum. ^_^, tp kalau ditanya “apa sudah boker?” PASTINYA!!! 
Kembali ke laptop!!
Kalau agan2 dah nonton, pasti tau donk ceritanya:
Seorang pemuda cerdas matematika yang diperankan oleh Dude Herlino (ehem… kembaran ane) tiba2 kepengen masuk pesantren, dan dipesantren juga dia termasuk santri yang cerdas. Namun, kemudian dia di fitnah mencuri oleh salah seorang santri gadungan *kayaknya sih karena masalah cinta*. Akibat fitnah itu dia diusir dari pesantren dan hidupnya berubah 180 derajat celcius. Berbagai ujian hidup membuatnya hampir menjadi penjahat. Namun berkat ilmu yang sudah dia dapatkan dari pesantren akhirnya dia dapat menjalani hidupnya dengan baik, bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Pesan moril: Fitnah lebih kecam daripada membunuh.
Ane sudah baca sekilas novelnya, mencoba membanding-bandingin dengan filmnya… Tapi, taukah sodarah-sodarah?… TERNYATA, isinya kok rada beda sama filmya, ralat beda banget. Aneh bin ajaib binti ajib. Kok bisa??? ya iyalah… terserah sutradara donk ^_^. Kalau novel semacam Ayat Ayat Cinta (AAC) dan Ketika Cinta Bertasbih (KCB) karya Habiburrahman el-Shirazy, cerita film sama novelnya tidak jauh beda, paling ada beberapa adegan di novel yang mungkin dipotong, entah karena adegannya sudah atau artisnya ga bisa ngelakuin adegan itu, dsb, tapi teteup mirip sama novelnya. Tapi Novel Dalam Mihrab Cinta ini kok beda. Emang ada sih yang ada yang sama, yaitu adegan mencopet dan “Dude Herlino” sempat dipenjara.
Yah, ga bisa jadi pegangan juga sih komentar ane di atas, kan ane belum baca semuanya 😛 *capek deh*. Tapi yang pasti, emang sebenarnya antara menikmati film sama novel itu beda sekali. Kalau di film, kita cuma bisa melihat akting fisik doank, sedangkan apa yang ada di hati bin membatin, kita tidak akan tahu apa yang ada dihati para aktor. Kecuali ala sinetron, aktornya membatin bisa kedengaran… xixixi… tapi malah jadi lebay. Ane anti sinetron, maaf2 saja, ane hobinya pentas doger monyet… Pembaca: “pantes!”
Nah, itu film, kalau menikmati novel lain lagi, kita bisa menikmati apa yang terlintas dihati para aktor karena ditulis dengan jelas oleh penulis. Begitu juga dengan setting, semua tertulis dengan detil. 
Jadi, menurut ane, apakah lebih baik nonton filmnya atau baca novelnya??? Jawabannya adalah, nikmatin aja kedua-duanya… ^_^
Nah, donlot aja novelnya disini. Gratis!!! Seperti biasa, untuk koleksi. Hitung-hitung bikin perpustakaan elektronik di rumah. Tapi kalau Filmnya silakan eri sendiri, ane kagak sanggup menyediakan di sini, ukuran terlalu besar buat upload level internet kita yang super duper “cepat” ini. 
Sinopsis Novel Dalam Mihrab Cinta
Terimakasih atas kunjungannya…
Novel Dalam Mihrab Cinta – Habiburrahman el-Shirazy | Si Boy | 4.5
Leave a Reply