Ahmadiyah Bukan Islam

By | February 10, 2011
Seharusnya kekerasan terhadap Ahmadiyah tidak akan terjadi apabila SKB 3 Menteri dilaksanakan dengan baik. Iya, ahmadiyah memang sepatutnya dilarang selama mereka tetap memakai embel-embel Islam dalam kepercayaan. Dalam Al-Qur’an dan Hadits pun sudah dikatakan bahwa yang namanya Islam adalah mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir. Jadi, bagaimana mungkin keyakinan Ahmadiyah yang mengatakan tentang adanya rasul terakhir setelah Nabi Muhammad yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari India. Ditambah lagi “ritual-rutual” ahmadiyah yang banyak tidak sesuai dengan Islam dan tentu saja menyesatkan. Jadi wajar saja kalau dianggap melecehkan Islam. Apabila ahmadiyah dilegalkan bukan tidak mungkin makin banyak orang yang akan mengaku rasul atas nama Islam. Bukankah ini benar-benar bisa menjadi bumerang bagi Islam sendiri. Apalagi ada banyak orang memusuhi Islam. Akan banyak musuh Islam yang akan memanfaatkan kesempatan menghancurkan Islam ini.
Nabi terakhir versi ahmadiyah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar ahmadiyah membentuk Agama baru di luar Islam, karena memang ahmadiyah bertentangan dengan Islam. Namun itu dinilai tidak realistis karena nantinya ahmadiyah pasti akan melakukan beberapa ritual yang sama dengan Islam, dan itu pasti akan dianggap melakukan pelecehan terhadap Islam. Dan tentu saja akan membuat konflik baru.
Apabila ahmadiyah tetap dibiarkan dengan nama Islam, sudah pasti konflik horizontal akan tetap berlanjut dan tentu saja akan terus meminta korban. Jadi, pembubaran ahmadiyah adalah bisa menjadi jalan untuk meredam konflik yang bernuansa SARA ini. Bukan kah hukumnya sudah jelas bahwa ajaran yang menyimpang dari ajaran Islam akan dianggap sesat dan sudah pasti harus dibubarkan.

Lalu apa sih isi dari SKB 3 (Tiga) Menteri? Klik di sini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *