Sholat Tarawih di Masjid atau di Rumah?

By On Monday, August 1st, 2011 Categories : Serba-Serbi
Tulisan ini sekedar meluruskan pertanyaan teman saya yang sering kali bertanya, mengapa aku selalu sholat Tarawih di rumah sendirian padahal banyak orang semua tarawih ke Masjid. Sekalian juga sedikit memberi masukan buat sobat-sobat muslim yang saya lihat kadang perang komen gara-gara sholat tarawih yang tentu saja bisa memunculkan perpecahan. Ingat! Orang yang paling merugi di akhir zaman adalah orang yang melahirkan bibit perpecahan, kecuali BERSATU.

Tulisan ini tidak untuk men-judge bahwa sholat tarawih itu lebih afdhol di rumah ataupun di Masjid secara berjamah, tetapi murni menurut keyakinan hati dan tentu saja mengikuti situasi dan kondisi. Kita harus tahu apa yang kita perbuat. Jangan asal mengikuti saja padahal tidak tahu hukumnya apa. Ustadz saya pernah berkata apabila kita beribadah padahal kita tidak tahu itu hukumnya apa, maka pahalanya tidak diterima. Saya hanya takut kalau-kalau ada yang mengatakan “Sholat tarawih harus berjamaah di Masjid” atau “Sholat Tarawih lebih afdhol di rumah sendirian” atau yang parah lagi “sholat tarawih itu adalah sholat WAJIB“. Tidak sedikit yang melakukan sholat tarawih tidak tertinggal sekali pun, namun sholat fardhunya malah ditinggal. Memang lucu, namun itu akibat dari kekurangan ilmu. Jadi, bacalah!

Jawaban saya ketika ada yang bertanya “kenapa sholat tarawih di Rumah?” dan seakan-akan mengatakan “sholat tarawih di rumah itu SALAH” adalah saya mulai dengan menjawab apa ada yang salah dengan sholat di rumah? apalagi ini adalah sholat sunnah. Seingat saya sholat sunnat yang afdhol untuk dikerjakan secara berjamaah adalah sholat Ied, itupun di lapangan terbuka. Sedangkan untuk sholat tarawih, meskipun hukumnya sunnat mu’akkad tapi tidak ada satupun Rasul mengatakan tentang sholat tarawih lebih afdhol secara berjamaah di Masjid, namun juga tidak pernah mengatakan lebih afdhol sholat sendiri di rumah. Apakah itu artinya? Jawab dengan hati sediri dan berijtihad lah.

Yang pasti dan jelas, sholat Fardhu lah yang afdhol dilaksanakan secara berjamaah di Masjid.

Berikut sejarah atau riwayat sholat Tarawih pada zaman Rasulullah yang diriwayatkan secara singkat:

Imam Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahihain meriwayatkan hadis dari Aisyah RA bahwa pada suatu malam di bulan Ramadan, Rasulullah SAW keluar menuju masjid untuk mendirikan shalat malam sendirian. Lalu datanglah beberapa sahabat dan bermakmum di belakang beliau. Ketika Shubuh tiba, orang-orang berbincang-bincang mengenai hal tersebut. Pada malam selanjutnya, jumlah jamaah semakin bertambah daripada sebelumnya. Demikianlah seterusnya pada malam-malam berikutnya. Hal itu berlanjut hingga tiga malam.
Pada malam keempat, masjid menjadi sesak dan tak mampu menampung seluruh jamaah. Namun Rasulullah SAW tak kunjung keluar dari kamarnya. Hingga fajar menyingsing, Rasulullah SAW baru keluar untuk menunaikan shalat Shubuh. Selepas itu beliau berkhutbah, “Amma Ba’d. Saya telah mengetahui kejadian semalam. Akan tetapi saya khawatir shalat itu akan diwajibkan atas kalian sehingga kalian tidak mampu melakukannya.”
Untuk selanjutnya shalat Tarawih tidak dikerjakan secara berjama’ah. Kondisi seperti ini berjalan hingga Rasulullah SAW wafat, masa pemerintahan khalifah Abu Bakar dan awal pemerintahan sayyidina Umar.
Barulah setelah berjalan beberapa waktu, khalifah Umar bin Al-Khattab ra. Memerintahkan agar shalat Tarawih dikerjakan secara berjama’ah. Khalifah Umar berkata, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini.” (HR. Al-Bukhari)
Nah, sejarah singkat tersebut, saya yakin semua bisa menjawab bahwa antara sholat tarawih di rumah dan di masjid adalah sama saja. Tidak akan ada yang berani mengatakan yang mana yang lebih afdhol. Mungkin akan ada yang mengatakan lebih afdhol di rumah karena Rasul melakukan itu semasa beliau dulu, dan mungkin akan ada yang bilang lebih afdhol di Masjid karena mengandung beberapa tujuan baik sehingga disebut oleh Umar Bin Khatab sebaik-sebaiknya bid’ah. Dan kita tahu bahwa Umar bin Khatab adalah salah satu shabat Rasul dan Ij’ma yang dikeluarkan para sahabat Rasul tentu berdasarkan hadist-hadist yang pernah beliau-beliau dengar dari Rasul secara langsung. Sehingga, Ijma’ adalah salah satu sumber hukum Islam dan merupakan salah satu jenis Ijtihad.

Memang sejarah singkat di atas tidak tahu dari manakah berasalnya. Namun seandainya sejarah itu tidak benar, lalu adakah yang dapat menemukan Hadist yang langsung mengatakan “Sholat Tarawih afdhol di……(Masjid cecara berjamaah atau di rumah)”. Tidak Ada!

Tapi kan ada Ijma’ dari para sahabat Rasul? dan Ijma’/Ijtihad adalah salah satu sumber Hukum Islam. Betul, tapi bisakah orang menyalahkan seseorang yang mengikuti apa yang Rasulullah perbuat yaitu “sholat tarawih sendiri di rumah?” Lebih lagi, adakah yang berani menjamin  bahwa sholat taraweh di Masjid itu lebih afdhol? atau sholat Tarawih di Rumah itu lebih afdhol? Kalau memang Tarawih di Masjid itu lebih afdhol, kenapa Rasulullah pada saat itu tidak sholat di Masjid? secara kita tahu bahwa Rasulullah selalu melakukan sesuatu yang afdhol. Begitu juga sebaliknya, kalau memang sholat Tarawih di rumah lebih afdhol, kenapa Rasulullah tidak langsung mengeluarkan hadist bahwa “sholat Tarawih saja di rumah sendiri, itu lebih afdhol” misalnya.

Nah kesimpulannya, sholat Tarawih di mana saja itu sama saja. Yang penting adalah niatnya. Mari sama-sama luruskan niat saja.

Wallahu’alam bis Shawwab.

Mohon maaf apabila yang saya sampaikan ini benar-benar salah dan ini hanya buat pertimbangan supaya kita semua bisa berfikir lagi dan tahu “inilah sholat Tarawih

Penting! Ini adalah tulisan saya, dan sudah pasti menurut pendapat saya. Jadi kalau ada yang protes, itu wajar, semua orang boleh mempunyai pendapat yang diyakininya. Ingat! Keyakinan yang ada pada diri Anda lah yang terpenting. Karena Allah tidak menyukai orang yang penuh kebimbangan.

Sholat Tarawih di Masjid atau di Rumah? | Si Boy | 4.5
Leave a Reply