Barang Bukti Pembunuhan Mirna

By On Sunday, January 31st, 2016 Categories : Serba-Serbi
Jessica ditangkap
Catatan si Boy – Ditetapkan Jessica sebagai tersangka pembunuhan Wayan Mirna tidak lepas dari barang bukti yang telah ditemukan. Dari sekian barang bukti tersebut hanya celana dalam yang dihilangkan. Dengan alasan inilah maka celana dalam tersebut dijadikan sebagai salah satu barang bukti kuat ditetapkannya Jessica sebagai pembunuh Mirna.
Berikut ini rincian dan barang bukti pembunuhan Mirna dalam tribunnews.com:
PALMERAH – Barang bukti di tangan polisi untuk
mengungkapkan kasus pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin
(27) dinilai sudah cukup.

Karena itu, polisi sudah menetapkan
Jessica, yang merupakan tersangka pembunuhan berencana itu sebagai
pelaku pembunuhan tersebut.

Racun sianida yang digunakan juga dalam dosis sangat tinggi, sehingga
korban bisa tewas seketika di mana racun yang masuk ke tubuh korban
sebenarnya sudah bisa membunuih 166 wanita dewasa.

Apa saja barang bukti yang sudah ada di tangan polisi?

Racun sianida pembunuhan Mirna
Barang bukti utama tentu saja hasil autopsi korban yang terbukti
tewas karena diracun pakai sianida, selain es kopi Vietnam yang sudah
dicampur sianida, dan sejumlah barang bukti lainnya, termasuk keterangan
sejumlah saksi mata dan sejumlah saksi lainnya, yang sudha menjalani
pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Selain keterangan saksi di
antaranya sejumlah pelayan kafe Olivier, yang ketiban sial akibat
peristiwa pembunuhan berencana yang sadis itu, sehingga sedikitnya
sejumlah pihak di kafe itu harus hadir untuk memberikan keterangan
sebagai saksi.

Rangkaian peristiwa ini juga seperti sebuah skrip peristiwa yang sudah direncanakan oleh pelaku.

Dari
rekaman pemeriksaan di Polsek Tanah Abang, yang beredar di tangan
publik, Jessica sudah ada di kafe itu, satu jam sebelum Mirna dan Hani
hadir di sana.

Ada upaya-upaya untuk menghalangi CCTV, sehingga diperkirakan tersangka memang tidak ingin perbuatannya diketahui.

Barang bukti yang sudah ada di tangan polisi adalah hasil autopsi
pembunuhan Mirna dengan menggunakan sianida yang dicampur di es kopi
Vietnam, rekaman CCTV, es kopi Vietnam yang mengandung sianida
sebagaimana ditemukan di tubuh korban, pengakuan sejumlah saksi, dan
sejumlah barang bukti yang sudah dikumpulkan polisi di antaranya dari
kediaman Jessica.

Meski penetapan tersangka terhadap Jessica
memakan waktu yang sangat lama, polisi akhirnya menetapkan Jessica
sebagai tersangka tunggal peristiwa tersebut.

Celana Dalam

Salah satu barang bukti penting yang diduga sudah dihilangkan oleh pelaku adalah celana dalam yang robek di bagian selangkangan.

Barang
bukti itu dibuang pelaku dengan menyuruh pembantunya di mana pembantu
rumah tangga itu akhirnya diamankan polisi karena dikhawatirkan
keselamannya terancamn sehingga dia dijadikan sebagai orang yang ada
dalam perlindungan saksi.

Celana dalam ini dinilai menjadi barang bukti, tapi polisi tidak
tergantung dengan barang bukti berupa celana dalam yang sudah
dihilangkan pelaku.
Barang bukti yang ada di tangan polisi adalah barang bukti yang tidak
sempat dihilangkan oleh pelaku termasuk barang bukti berupa es kopi
Vietnam yang mengandung sianida itu.

Meski pelaku tampak tenang, santai, tidak merasa gelisah, tidak ada perasaan bersalah, tapi sebenarnya pelaku sangat cemas.

Tidak
kurang Direskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti
sudah menyebutkan, sebelum akhirnya tersangka ditetapkan.

Ketika itu, Krishna menyebutkan, sebenarnya pelaku sedang cemas menunggu penetapan dirinya sebagai tersangka.

Sejumlah
kalangan sempat meragukan polisi akhirnya bisa mengungkapkan kasus itu
bahkan ada yang berpendapat, barang bukti di tangan polisi tidak
memadai.

Semua akan diuji dalam proses penyidikan yang
berlangsung, pembuktian kasus ini di persidangan, dan akhirnya motif
pelaku melakukan pembunuhan berencana tersebut.

Semuanya, cepat atau lambat akan segera terbukti dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh para penegak hukum.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Sabtu
(30/1/2016), pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII)
Muzakir menilai, Jessica Kumala Wongso merupakan saksi kasus kematian
Wayan Mirna Salihin yang paling mungkin dijadikan tersangka.

Sebab, ia melihat adanya kejanggalan pada keterangan Jessica yang dilontarkannya selama ini ke publik.

“Publikasi bukti yang paling janggal adalah Jessica karena keterangannya itu enggak cocok,” ujar Muzakir kepada Kompas.com, Jakarta, Sabtu (30/1/2016).

Salah
satu contohnya adalah keterangan Jessica tentang celana yang
dibuangnya. Menurut Muzakir, jarang sekali ada wanita yang membuang
celana ataupun pakaiannya dengan mudah.

“Kenapa celana dibuang?
Perempuan buang celana itu pantangan umumnya. Kemudian, orang membuang
bajunya di tempat sampah itu jarang sekali,” kata Muzakir.

Umumnya, sambung Muzakir, sebelum di buang ke tempat sampah, celana itu akan dibungkus terlebih dahulu.

Oleh
pihak kepolisian, celana itu dianggap substansial untuk mengungkap
kasus kematian Wa­yan Mirna Salihin (27) seusai menyeruput es kopi di
kafe O, Grand Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2016).

“Selain itu, keterangan apa yang dia minum juga enggak cocok. Ini sudah kejanggalan dari sisi proses,” ucap dia.

Sebelumnya,
penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai
tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27).

Barang Bukti Pembunuhan Mirna | Si Boy | 4.5
Leave a Reply