Presidium Dewan Rakyat Dayak Kecam Mendagri Soal Monumen Laskar Cina

By On Monday, February 29th, 2016 Categories : Serba-Serbi
Presidium Dewan Rakyat Dayak Kecam Mendagri Soal Monumen Laskar Cina
Masyarakat Adat Dayak Ma’anyan Panju, Barito Timur, kalimatan Tengah mendatangi gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/5).
Catatan si BoyPresidium Dewan Rakyat Dayak mengecam 
tindakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo  yang meresmikan
monumen perjuangan laskar Cina di Taman Mini
. Menurut dia kebijakan itu
tidak benar karena menyakiti nurani suku bangsa yang lain.
Mendagri resmikan monumen laskar cina
Mendagri resmikan monumen laskar cina (Suaramerdeka.com)
“Kenapa
harus monumen laskar Tionghoa, padahal laskar  Rakyat Dayak banyak yang
berjuang namun tidak pernah di apresiasi bentuk perjuangnanya. Kami
mengecam Mendagri yang menganak emaskan etnik tertentu, peresmian
monumen Po An Tui Laskar Tiong Hoa jelas menyakiti  rakyat Dayak yang
lebih banyak membuat laskar untuk membela negeri ini,” tegas Ketua
Presidium Dewan Rakyat Dayak Bernadus dalam pernnyataanya di Jakarta, 
(29/2).
Bernadus menambahkan,  suku Dayak adalah satu-satu nya
suku yang menyatakan sumpah setia kepada Republik Indonesia pada tanggal
17 Desember 1946 dengan tata cara upacara sakral suku dayak di Gedung
Agung Istana Presiden Yogyakarta yang di pimpin langsung oleh tokoh
Dayak Cilik Riwut. Cilik merupakan anggota tentara nasional Indonesia,
penerjun pertama yg dimiliki oleh republik Indonesia  asli suku Dayak.
Hingga
hari ini, kata dia, pengajuan nama Cilik Riwut sebagai pahlawan
nasional pun belum mendapatkan hasil. Apalagi membuat monumen sumpah
setia rakyat Dayak untuk Bela NKRI, jauh dari impian.
“Suku Dayak
juga pernah terlibat aktif dalam memadamkan upaya pemberontakan dari
etnis Tionghoa yang dikenal dengan peristiwa penyerangan Pangkalan II
angkatan udara RI di Sangau Ledo yang dilakukan oleh barisan rakyat,”
katanya.
Menurutnya, pemberontakan yang dilakukan oleh etnis
Tionghoa, menyisakan luka bagi suku dayak yang dikenal peristiwa makuk
merah.
“Tanah kami tanah Dayak hanya sebagai tempat eksploitasi
Sumber Daya Alam saja. Tambang tambang berdiri dimana mana menyisakan
kerusakan alam, pemaksaan pembukaan perkebunan dan bahkan tiap tahun
rakyat Dayak  mendapat kado asap dari pembalak liar yang membuka lahan,
tanah kami dijadikan lahan transmigran tanpa minta imbalan,”  katanya.
Bernardus
melihat persepsi yang dibentuk agar Dayak tetap menjadi warga kelas dua
dan para bandar tetap bisa meng eksploitasi tanah Dayak. Pemerintah
pusat seharusnya memberikan perhatian yang lebih kepada rakyat Dayak,
karena banyak suara kami saat pemilu yang mendukung pemerintah.
Sumber: republika.co.id
Benar banget, suku bangsa di dalam negara sendiri ga ada tuh dimonumenkan. Seharusnya didahulukan karena mereka benar-benar nyata berjasa dan berjuang untuk negara.
Presidium Dewan Rakyat Dayak Kecam Mendagri Soal Monumen Laskar Cina | Si Boy | 4.5
Leave a Reply