Telat, Menteri Marwan Kesal Ketinggalan Pesawat, Ini Penjelasan Garuda

By On Thursday, February 25th, 2016 Categories : Serba-Serbi
Catatan si Boy“Menterinya aja yang diganti!!!” Itulah kira-kira komentar netizen ketika berita si Menteri marah-marah karena ketinggalan pesawat. Bahkan si Menteri mengatakan untuk menggati Direksi Garuda Indonesia. Yah… tidak jauh-jauh dari kebiasaan oarng Indonesia, suka telat. Gara-gara telat check in, eh malah marah-marah. Bos, naik ojek aja pak, biar bisa nunggu. Kayak baru pernah naik pesawat aja nih bapak. Beragam komentar dari netizen yang pada umumnya gusar sama nih menteri yang dinilai tidak memberi contoh yang baik. Lain kali datang on time, pak!
Berikut diberitakan secara lengkap oleh liputan6.com: Apa tanggapan pihak Garuda?
  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar
menyatakan kekesalannya terhadap Garuda Indonesia. Jadwal kunjungan
kerjanya ke Yogyakarta berantakan gara-gara ketinggalan pesawat dan
terjebak delay.

“Evaluasi Garuda. Proteksi negara terhadap Garuda
ini sudah luar biasa besar, namun kok kinerjanya minta ampun jelek,”
ujar Menteri Marwan di depan para akademisi, pejabat daerah, dan pejabat
kementerian/lembaga lain dalam Seminar Peta Desa di Universitas Gadjah
Mada Yogyakarta, Rabu 24 Februari 2016 dalam keterangan tertulisnya
kepada media.

Menteri Marwan menambahkan, proteksi terhadap
Garuda yang sangat besar bahkan telah memgakibatkan banyak program
unggul lainnya terabaikan. Ia mencontohkan ketika sebuah maskapai
penerbangan swasta hendak menanamkan investasi hingga Rp 5 triliun di
Lebak, Banten untuk membangun bandara. Proyek ini akhirnya digagalkan
gara-gara untuk memproteksi Garuda.

Marwan menuturkan, pesawat Garuda Jakarta menuju Yogyakarta pada Rabu kemarin mengalami delay hampir 2 jam, sehingga banyak agenda bertemu dengan masyarakat desa dan akademisi Yogyakarta tertunda, bahkan dibatalkan.

“Garuda
evaluasi karena bisa menghambat kerja cepat membangu desa. Peta desanya
ada di Lebak kalau dibuat badara modern maka pertumbuhan ekonominya
akan pesat. Ini dianaktirikan, gara gara mempertahankan Garuda. Tapi
Garudanya bobrok,” ucap Marwan.

Marwan juga meminta Menteri BUMN untuk mengganti Direksi Garuda Indonesia.

Tanggapan Garuda

VP Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar
menjelaskan, sesuai dengan data pembukuan dan informasi, penumpang VIP
terdaftar pada GA204 CGK-JOG pukul 08.05 WIB.
“Sampai panggilan terakhir terhadap penumpang pukul 08.00 WIB,
penumpang VIP tersebut belum diketahui posisinya,” terang Benny, Kamis
(25/2/2016).

Benny menuturkan, pada pukul 08.00 WIB, petugas harus melakukan boarding gate dan pengecekan kembali terhadap Check in Counter Premium maupun area check in
di Terminal 2F, dan masih belum ada berita keberadaan penumpang VIP
tersebut. Sementara penumpang yang lain sudah berada di dalam pesawat,
sehingga harus sudah berangkat terbang.

Penerbangan GA204 CGK-JOG
diberangkatkan sesuai jadwal keberangkatan pukul 08.05 WIB. Saat itu
baru diketahui penumpang VIP tersebut baru tiba di Terminal VIP Room
Terminal 1.

Untuk mengakomodir penumpang VIP tersebut, manajemen
Garuda Indonesia lantas membantu melakukan pengalihan pada penerbangan
selanjutnya yakni GA206 pukul 10.05 WIB dengan menggunakan pesawat
pengganti.

Pada saat persiapan pesawat GA206 dengan registrasi
PKGEH, ditemukan gangguan teknis di bagian pintu depan dan memerlukan
waktu perbaikan yang cukup lama, sehingga diputuskan melakukan
pergantian pesawat dengan menggunakan registrasi PKGFO.

Benny
mengatakan, proses pergantian pesawat memerlukan waktu untuk memindahkan
penumpang, bagasi, kargo, katering serta kebutuhan lainnya dari pesawat
PKGEH ke PKGFO, sehingga pesawat mengalami delay sekitar 1 jam dan pesawat akhirnya baru dapat berangkat  pukul 11.05 WIB.

Benny menyatakan, sehubungan dengan keterlambatan GA206 selama 1 jam,
Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Gangguan
teknis baru diketahui menjelang keberangkatan. Garuda Indonesia juga
selalu menjalankan delay management sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan.

Mengenai
kerugian yang disampaikan Marwan, Benny mengaku Garuda Indonesia
‚Äémemang pernah merugi secara finansial tahun 2014. Namun pada tahun 2015
berhasil rebound dengan meraih laba bersih US$77,9 juta atau
Rp 1 triliun lebih. Bahkan sejak 2007 hingga 2013 mengalami keuntungan
signifikan sebagaimana dilaporkan oleh KAP dan disampaikan ke publik.

Selain
itu, sejak deregulasi penerbangan sipil komersial di Indonesia, tidak
ada proteksi apapun yang diberikan ke maskapai tertentu, apalagi Garuda
Indonesia adalah perusahaan BUMN Persero Tbk.

“Satu hal lagi,
Garuda Indonesia adalah satu-satunya maskapai di Indonesia yang
terdaftar sebagai operator IOSA (IATA Operasional Safety Audit) yang
terbukti memenuhi semua persyaratan industri penerbangan sipil global
dengan dilakukannya audit badan independen secara berkala,” jelas Benny.

Garuda Indonesia juga
telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Skytrax 5 Stars, World
Best Cabin Crew, dan Skytrax ranking 8 dari World Best Airlines yang
menandakan kinerja operasional dan standar mutu layanan sangat baik pada
persaingan global.

Telat, Menteri Marwan Kesal Ketinggalan Pesawat, Ini Penjelasan Garuda | Si Boy | 4.5
Leave a Reply