Pengamat Terorisme: Kasus Kematian Siyono oleh Densus 88 adalah Kejahatan Tingkat Tinggi

By On Tuesday, March 15th, 2016 Categories : Serba-Serbi
Kasus Kematian Siyono oleh Densus 88 adalah Kejahatan Tingkat Tinggi
Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa B. Nahrawardaya
Catatan si Boy – Kematian Siyono (39), warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung,
Kecamatan Cawas, Klaten yang tewas saat ditangkap pasukan Densus 88
jelas menyisakan banyak pertanyaan. Penyebab kematian korban dianggap
perlu segera diusut.
 
Menurut pengamat terorisme, Mustofa B Nahrawardaya, berdasarkan
saksi di TKP, korban dijemput paksa oleh Densus 88 pada Selasa (08/03)
dalam kondisi sehat wal afiat tanpa sakit tanpa luka. Korban dijemput
setelah Shalat Maghrib di Mesjid dekat rumah. 
 
Polisi lalu menyampaikan keterangan resmi bila korban telah tewas.
Alasan korban tewas, menurut Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto,
adalah karena kelelahan setelah berkelahi dengan Densus 88 di dalam
mobil.
“Tentu saya tidak mudah percaya dengan perubahan karakter Densus 88
yang tiba-tiba menjadi tidak ganas. Selama ini, semua orang juga tahu
akan keganasan Densus 88 saat bekerja. Tidak ada ceritanya, ada terduga
yang dapat lolos dari kawalan Densus. Setelah ditangkap dengan cara
kasar, biasanya terduga langsung diborgol, dilakban mukanya. Bahkan,
kaki dan tangan terduga, 100% tidak mungkin dapat bergerak bebas, karena
memborgol kaki dan tangan adalah standard baku mereka,” ujar Mustofa
melalui pernyataannya yang diterima Suara Islam Online, Ahad (13/3/2016). 
 
Jadi, kata dia, kalau sampai ada terduga lepas dari kawalan,
apalagi berani melawan Densus seperti Siyono ini sebuah fenomena baru.
“Boro-boro berkelahi. Terduga menggerakkan tangan saja, kemungkinan
sudah ditembak mati karena dianggap melawan,” ungkapnya. 
 
Jelas ini adalah kejahatan extra ordinary crime. Kejahatan
tingkat tinggi, yang resiko dari kejahatannya dapat membunuh banyak
orang, jelas Mustofa yang juga pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP
Muhammadiyah ini. 
 
“Maka dari itu, kebiasaan Densus, adalah bermain keras dan ganas
—jika tidak mau saya sebut kejam. Densus sering memberlakukan diskresi.
Korban dari pengadilan di luar Gedung Pengadilan juga sudah banyak,”
ungkapnya.
 
Atas kejahatan Densus tersebut, ia juga mendesak agar dilakukan
pengusutan serius terhadap operasi Densus ini. “Jika perlu, dilakukan
audit total terhadap satuan khusus anti terorisme ini,” tandas Mustofa.
 
 
red: adhila (suara-islam.com)
Pengamat Terorisme: Kasus Kematian Siyono oleh Densus 88 adalah Kejahatan Tingkat Tinggi | Si Boy | 4.5
Leave a Reply