Beberapa Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah

By On Sunday, April 24th, 2016 Categories : Serba-Serbi

Beberapa Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah

Berbeda dengan penyakit tekanan darah
tinggi, penyakit tekanan darah rendah biasanya tidak begitu mendapat
perhatian khusus dari penderitanya dan acap kali diabaikan hingga tiba
saatnya tubuh merasa lemah dan lesu. Tekanan darah rendah atau dalam istilah medis disebut hipotensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang dibawah dari normal,
yaitu kurang dari 90/60 mmHg pada pengukuran tensinya. Seorang setidaknya harus memiliki tekanan darah normal yang
berkisar 120/80 mm Hg. Akan tetapi, itu bukanlah ukuran
mutlak, karena setiap orang memiliki tekanan darah yang berbeda dan
adaptasi yang berbeda. Yang dimaksud disini bukanlah sedikitnya volume
darah tetapi sirkulasi darah yang mengalir dari jantung terlalu rendah
tekanannya/lemah.

Tekanan darah rendah / hipotensi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Hipotensi Ortostatik, disebabkan karena perubahan posisi tubuh
    secara tiba-tiba seperti ketika posisi tidur kemudian langsung berdiri
    tiba-tiba,  ketika duduk kemudian berdiri tiba-tiba, atau ketika jongkok langsung berdiri tiba-tiba. Ini merupakan hal
    yang sering dialami oleh semua orang dan hipotensi jenis ini hanya
    berlangsung sesaat.
  2. Hipotensi Dimediasi Neural, biasanya karena kondisi tubuh terlalu
    lama dalam keadaan yang sama seperti ketika berdiri terlalu lama, tanpa
    istirahat.
  3. Hipotensi Akut, disebabkan karena tekanan darah langsung turun secara tiba-tiba.

Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan
darah menjadi rendah, diantaranya yaitu karena dehidrasi, perubahan posisi tubuh dalam
waktu yang cepat, cuaca yang ekstrim, faktor usia lanjut, kurang
nutrisi, perdarahan, efek samping dari konsumsi zat atau obat-obatan
tertentu, kejutan emosional, kehamilan, stres, aktifitas yang terlalu
berat, jarang berolahraga, dan lain sebagainya. Tekanan darah rendah juga dapat
disebabkan karena seseorang menderita penyakit tertentu, seperti penyakit
jantung, stroke, diabetes melitus, kanker, parkinson, addison, anemia,
maupun karena proses infeksi oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit.
Untuk kasus hipotensi ringan biasanya dapat ditangani sendiri, tetapi
untuk kasus yang berat sebaiknya segera periksa ke dokter untuk
mendapatkan pertolongan. Berikut beberapa gejala dan cara mengatasi tekanan darah rendah.

Gejala-gejala Tekanan Darah Rendah:

  1. Pusing. Pusing
    adalah salah satu gejala darah rendah yang paling sering dialami oleh
    penderitanya. Hal ini dikarenakan pada tekanan darah yang rendah, darah
    yang dipompa oleh jantung yang mengandung oksigen tidak mencukupi
    kebutuhan yang diperlukan oleh otak. Akibatnya kepala penderita menjadi
    pusing. Pusing kepala ini seringkali kali dialami ketika seseorang
    berubah posisi, misalnya dari tidur atau duduk yang lama kemudian
    berdiri.
  2. Lemas dan keluar keringat dingin. Badan
    yang tiba-tiba lemas juga merupakan gejala darah rendah yang sangat
    khas. Penderita biasanya terlihat pucat dan lemah. Denyut nadi biasanya
    tidak stabil dan teraba sangat lemah. Tubuh penderita mengeluarkan
    keringat yang cukup banyak namun tubuhnya terasa dingin. Bagian tubuh
    yang yang dingin ini akan mudah dideteksi terutama pada daerah telapak
    tangan dan telapak kaki.
  3. Pandangan berkunang-kunang. Gejala
    darah rendah yang berikutnya yaitu pandangan mata yang kabur atau
    berkunang-kunang. Padahal mata tidak sedang mengalami sakit atau pun
    minus. Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang beraktifitas terlalu
    berat, terlalu berkonsentrasi dalam memikirkan sesuatu, maupun ketika
    berdiri terlalu lama saat mengikuti upacara atau acara lainnya. Sensasi
    yang dirasakan biasanya pandangan agak samar-samar, disertai rasa pusing
    dan menurunnya keseimbangan badan. Pada kondisi ini jika tidak
    terkontrol, penderita dapat mengalami jatuh pingsan.
  4. Mudah lelah. Penderita
    darah rendah biasanya juga akan merasa mudah lelah walaupun tidak
    sedang melakukan aktifitas yang berat. Kondisi ini dikarenakan kurangnya
    suplai darah yang membawa nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Apalagi
    jika darah rendah terjadi karena menderita suatu penyakit kronis, maka
    rasa mudah lelah ini akan terjadi dalam waktu yang lama.
  5. Konsentrasi menurun. Konsentrasi
    yang menurun merupakan salah satu gejala darah rendah yang disebabkan
    karena kurangnya oksigen di dalam otak. Sehingga penderita akan
    mengalami kesulitan berfikir dengan baik, mengalami kebingungan, atau
    pun merasa cemas/panik. Keadaan ini akan diperparah dengan pemicu berupa
    beban pikiran atau stressor.
  6. Nafas cepat dan dangkal. Nafas
    cepat dan dangkal merupakan gejala darah rendah yang terjadi akibat
    kurangnya suplai darah ke seluruh tubuh sehingga paru-paru akan
    melakukan respon alami berupa nafas cepat dan dangkal untuk mengimbangi
    ketidakmampuan darah dalam mengikat oksigen. Keadaan ini biasanya juga
    diikuti dengan perasaan berdebar-debar pada jantung dengan frekuensi
    yang tidak teratur. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami
    sesak nafas.
  7. Mudah mengantuk. Suplai
    oksigen ke otak yang kurang, membuat penderita darah rendah sering
    mengantuk. Hal itu biasanya ditunjukkan dengan seringnya menguap atau
    mata sulit terbuka lebar padahal hari masih pagi. Hal ini tentunya
    membuat penderitanya tidak dapat bekerja dengan maksimal sehingga
    menurunkan produktifitas kerja.
  8. Mudah Haus. Mudah
    haus juga merupakan salah satu gejala darah rendah yang timbul akibat
    volume darah di semua jaringan tubuh yang berkurang akibat tekanan darah
    yang menurun. Kondisi ini akan menimbulkan ketidakseimbangan cairan di
    dalam tubuh yang direspon dengan memberikan sinyal rasa haus. Terlebih
    lagi jika kurang darah diakibatkan karena dehidrasi maka dapat terjadi
    kekurangan cairan yang cukup parah. Oleh karena itu pada penderita
    kurang darah harus selalu diperhatikan asupan cairan setiap harinya agar
    kondisi badannya tidak drop.
  9. Mual/muntah. Pada
    beberapa kasus, kurang darah juga dapat menimbulkan manifestasi klinis
    berupa mual/muntah. Hal ini karena suplai nutrisi jaringan yang kurang
    juga berpengaruh terhadap sistem pencernaan. Apalagi jika timbulnya
    kurang darah ini dipicu akibat kurangnya asupan makanan, misalnya saja
    lupa tidak sarapan atau sering terlambat makan. Kondisi cuaca yang
    ekstrim misalnya terlalu panas atau terlalu dingin, berkendara dalam
    waktu yang lama, atau karena mabuk kendaraan, juga dapat menimbulkan
    mual/muntah pada penderita darah rendah.
  10. Pingsan. Pingsan
    merupakan gejala darah rendah yang biasanya terjadi karena penderita
    berada pada suasana yang tidak biasanya atau beraktifitas yang menyita
    banyak energi. Misalnya saja ketika berdiri terlalu lama di tempat yang
    sangat panas, melakukan perjalanan yang sangat jauh, olahraga yang
    terlalu berat, terlalu memforsir pekerjaan, atau dikarenakan menghadapi
    beban masalah yang sangat berat. Pingsan ini terjadi akibat otak
    mengalami kekurangan suplai oksigen dalam jumlah yang signifikan.

Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah:

  1. Mencukupi kebutuhan nutrisi. Kunci
    utama untuk mengatasi kurang darah adalah terletak pada nutrisi. Selalu
    sediakan nutrisi yang lengkap bagi tubuh. Makanan untuk darah rendah
    yang sangat baik dikonsumsi antara lain daging yang berwarna merah,
    sayuran hijau, kacang-kacangan, aneka buah-buahan, telur dan susu.
  2. Makan secara teratur. Banyak orang yang merasa pusing dan bahkan pingsan karena melewatkan sarapan pagi atau lambat makan.
  3. Hindari pergantian posisi tubuh secara ekstrim.
    Jika
    Anda mempunyai tekanan darah yang cenderung rendah, maka pada waktu
    bangun tidur jangan langsung beranjak dari tempat tidur. Duduk dulu
    sebentar, kemudian bangun dengan perlahan. Begitu juga ketika habis
    duduk dalam waktu yang lama, maka bangkitlah secara perlahan, jangan
    tergesa-gesa untuk langsung berdiri.
  4. Hindari aktifitas yang terlalu berat. Lakukan
    berbagai aktifitas yang sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan terlalu
    memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan yang terlalu berat.
    Istirahatlah jika sudah merasa lelah.
  5. Segera istirahat ketika gejala melanda. Segera duduk atau berbaring ketika anda mulai merasa pusing serta mata
    berkuna-kunang, biarkan tubuh anda relaks dan beristirahat beberapa
    saat. 
  6. Mengkonsumsi lebih banyak garam. Pada
    penderita darah rendah disarankan untuk mengkonsumsi lebih banyak
    garam. Hal ini karena garam bersifat mengikat cairan di dalam tubuh
    sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.
  7. Olahraga secara teratur. Olahraga
    secara teratur dapat memperlancar aliran darah dan metabolisme tubuh.
    Kerja jantung juga akan lebih optimal untuk memompa darah ke seluruh
    jaringan tubuh. Lakukan olahraga secara teratur dan pilihlah olahraga
    yang sesuai dengan selera dan kemampuan Anda.
  8. Banyak minum air putih. Minumlah
    air putih minimal 8 gelas per hari. Dengan tercukupinya kebutuhan
    cairan dalam tubuh Anda maka akan dapat mengatasi tekanan darah rendah
    secara efektif.
  9. Hindari Stres. Ciptakan pikiran yang tenang dan santai. Jika ada masalah, jangan dipikirkan terlalu berat. Buatlah hidup Anda senyaman mungkin.
  10. Minum jus segar. Jika Anda mengalami tekanan darah rendah, minum jus segar setiap hari
    untuk meningkatkan tekanan darah Anda. Minum dua kali sehari selama
    sekitar satu minggu. Jus wortel segar atau jus delima bisa sangat
    membantu.
  11. Kacang almond. Ini adalah salah satu cemilan yang menyehatkan jantung dan menjaga
    menormalkan tekanan darah Anda. Anda dapat mengemil kacang almond. Atau
    resep untuk treatmen darah rendah, buatlah pasta almond dicampur dengan
    susu hangat. Rendam almond semalam, kupas kulit matinya bagian luar,
    lalu haluskan dengan blender. Campur pasta almond dengan susu hangat dan
    minum.
  12. Minum air kemangi. Ambil 15 daun kemangi dan tumbuklah hingga halus, kemudian seduhlah
    dengan air hangat dan saring sari-sarinya. Tambahkan madu ke dalam air
    seduhan kemangi tersebut dan minum pada waktu perut kosong untuk
    mendapatkan efek maksimum. 
  13. Makan kismis. Rendamlah kismis dalam semangkuk air dan biarkan semalaman. Makanlah
    kismis keesokan harinya saat perut kosong dengan segelas air. Anda juga
    dapat langsung makan kismis sebagai makanan kudapan/cemilan. Kismis
    selain baik untuk menormalkan tekanan darah juga menyehatkan jantung.
  14. Hindari mengkonsumsi makanan yang asam dan pahit serta hindari buah mentimun
  15. Periksa ke dokter. Jika
    mengalami gejala darah rendah dengan frekuensi yang intens dan
    berpotensi bertambah parah, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke
    dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. 
Beberapa Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah | Si Boy | 4.5
Leave a Reply