Daffa, Bocah Pemberani yang Menghadang Sepeda Motor Dewasa Saat Naik ke Trotoar Dikunjungi Wali Kota Semarang

By On Wednesday, April 20th, 2016 Categories : Serba-Serbi
Daffa, Bocah Pemberani yang Menghadang Sepeda Motor Dewasa Saat Naik ke Trotoar Dikunjungi Wali Kota Semarang
Daffa Farros Oktoviarto (9)

Catatan si Boy – Keberanian bocah ini patut diacungi jempol. bocah langka yang patut diapresiasi. Mungkin hanya ada 1 diantara ratusan ribu orang. Apalgi masih seorang bocah 9 tahun.

Diberitakan dalam detik.com bocah Daffa dikunjungi oleh Wali Kota Semarang. Kedatangan Wali Kota tersebut untuk memberikan apresiasi atas keberaniaannya. Ada kejadian lucu saat kunjungan Wali Kota tersebut. Seisi Kelas 4 A SD Kalibanteng Kidul 01 Semarang Barat, Jawa Tengah
heboh ketika ada rombongan pria-pria berbatik yang berjalan menuju kelas
itu. Salah satu siswa malah ada yang sampai masuk ke kolong meja, dia
adalah Daffa Farros Oktoviarto (9), bocah yang ramai dibicarakan karena
berani halau pemotor yang naik ke trotoar.

“Pak, Daffa ngumpet pak,” teriak seorang siswa, Rabu (20/4/2016).

Salah
satu pria berbatik itu kemudian masuk ke kelas, ia adalah Wali Kota
Semarang, Hendrar Prihadi 
yang sengaja datang ingin bertemu Daffa.
Sesampainya di dalam kelas, Hendi, sapaan akrab Hendrar, langsung
menyapa anak-anak dan mencari Daffa.

“Selamat pagi, tahu siapa saya? Saya mau ketemu adek-adek terutama temennya, yang namanya Daffa, mana Daffa?” sapa Hendi.

“Itu
pak di depannya bapak,” teriak seisi kelas. Ternyata Daffa sudah keluar
dari kolong meja dan duduk dibangku tepat di depan Hendi.

Gelak
tawa pun bergemuruh dan Hendi kemudian duduk memangku Daffa. Mereka
berdua berbincang dan membahas keberanian Daffa menghadang orang-orang
dewasa pelanggar hak pejalan kaki di trotoar Jalan Jenderal Sudirman
kawasan Kalibanteng.

“Berani saya, soalnya kan benar, motor enggak boleh di trotoar,” kata Daffa.

Seperti
janjinya kemarin, Hendi sudah menyiapkan kejutan, maka ia memberikan
penghargaan berupa  piagam bertuliskan “Diberikan kepada Daffa Farros
Oktoviarto atas keberanian dalam menegakkan kedisiplinan di Kota
Semarang. Serta telah menginspirasi warga Kota Semarang untuk lebih
berperan aktif”.

Daffa langsung tersenyum dan menyalami Hendi.
Tapi tak hanya itu, sebuah sepeda baru dituntun masuk kelas oleh staf
Wali Kota dan langsung diberikan kepada Daffa. Wajah bocah 9 tahun itu
langsung sumringah, walau sebelumnya sempat menolak sepeda yang hendak
diberikan pihak sekolah.

Di depan dan samping sepeda ditempeli
kertas bertuliskan “Sepeda untuk Menegakkan Aturan”. Daffa langsung
melompat ke sedel dan berfoto bersama Wali Kota Semarang.

Daffa, Bocah Pemberani yang Menghadang Sepeda Motor Dewasa Saat Naik ke Trotoar Dikunjungi Wali Kota Semarang

Usai memberikan penghargaan kepada Daffa, Hendi berinteraksi dengan
siswa lainnya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan berhadiah, sedangkan
Daffa memandang kagum sepeda barunya.

“Sepedaan ah nanti,” kata Daffa.

Saking
antusiasnya, ia sempat menarik Hendi dan bertanya soal gearr di sepeda
barunya. Setelah itu ia juga bertanya soal bike tag atau mata kucing
yang dikiranya lampu.

“Gir sepedaku yang lama enggak kayak itu. Pak wali, nyalain lampunya bagaimana?” tanya Daffa.

Setelah
beberapa berada di kelas, Hendi berpamitan dan berjalan ke luar kelas,
dan ternyata Daffa mengejarnya. Ia ternyata terpikirkan soal keamanan
bersepeda, sehingga ia iseng meminta helm dan pengaman kepada Wali Kota.

“Pak, ada helmnya? Sama yang buat lutut itu, lho,” tanya Daffa lagi.

“Oh, iya, nanti disusulkan ya. Nanti sore,” jawab Hendi.

Daffa, Bocah Pemberani yang Menghadang Sepeda Motor Dewasa Saat Naik ke Trotoar Dikunjungi Wali Kota Semarang

Sementara
itu Hendi sempat memberikan nasihat kepada para siswa agar meniru
keberanian Daffa. Namun ia  menggaris bawahi, bukan keberanian mencegat
pemotor, tapi menegakkan tata tertib.

“Ndak usah beramai-ramai
cegati motor. Berani itu ya bisa nilai bagus, lomba juara, olahraga
bagus. Saran pak Hendi, tanamkan ini pada diri adek-adek, ayo ikuti,
‘aku harus berani dan punya prestasi’,” kata Hendi ditirukan seluruh
murid di kelas 4A.

Hendi menegaskan, hadiah sepeda diberikan
kepada Daffa karena terinspirasi aksi yang dilakukannya. Namun bukan
berarti ia mendukung Daffa dan anak-anak lain melakukan aksi berbahaya
itu, yang lebih ditekankan adalah kedisiplinan dan taat tata tertib.

“Sepeda
itu inspirasinya dari apa yang dilakukan. Dulu dia rutin pasang batu
tapi motor tetap nyebrang. Saya berikan apresiasi. Bisa inspirasi anak
muda agar mampu jadi anak yang hebat,” ujarnya usai mengunjungi Daffa.

Hendi menambahkan kepolisian dan pihak Dishubkominfo Kota Semarang pasti
akan melakukan evaluasi dan akan berbuat sesuatu setelah aksi  Daffa
diketahui banyak orang.

“Kawan-kawan polisi dan dishub pasti
mereka akan melihat ada  sisi yang kurang tepat yaitu pemotor yang di
trotoar. Tapi memang personel Dishub kurang untuk mengawasi 1,5 juta
penduduk Kota Semarang. Jadi kesadaran pengguna jalan juga penting,”
tegasnya.

Inilah Video Viral Detik-Detik Daffa, Bocah Pemberani Saat Menghadang Sepeda Motor Orang Dewasa Saat Naik ke Trotoar di Kota Semarang


Salut buat Daffa! Namun harus tetap diingatkan bahwa apa yang dia lakukan ada kalanya sangat berbahaya. Daffa bisa menjadi korban kekerasan. Jadi harus selalu diawasi.
Daffa, Bocah Pemberani yang Menghadang Sepeda Motor Dewasa Saat Naik ke Trotoar Dikunjungi Wali Kota Semarang | Si Boy | 4.5
Leave a Reply