Kapolres yang Lecehkan Islam dan Ulama Akhirnya Dicopot

By On Saturday, April 30th, 2016 Categories : Serba-Serbi
Kapolres yang Lecehkan Islam dan Ulama Akhirnya Dicopot
Catatan si Boy – Syukurlah, Kapolres yang Lecehkan Islam dan Ulama itu Akhirnya Dicopot. Sudah sepantasnya musuh Islam ini dicopot. Sangat tidak pantas mulut seperti ini menjadi pejabat karena dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Rupanya dia belum sadar kalau dia hidup di tengah masyarakat Islam. 
Seperti yang diberitakan oleh portalpiyungan.com: AKBP Slamet Loesiono akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres
Tebingtinggi, Kamis (28/4/2016). Diketahui Slamet baru menjabat kurang
lebih selama 11 bulan di posisi tersebut.

Informasi digantinya mantan Kapolresta Siantar ini sesuai Surat Telegram
Kapolri Nomor: ST/1063/IV/2016 tangal 28 April 2016. Dalam STR itu
disebutkan Slamet ditempatkan di posisi baru sebagai Kabag Binlatopos
Roops Polda Sumatera Utara (Poldasu).

Sementara penggantinya adalah AKBP Ciceu Cahyati Dwimelati yang
sebelumnya menjabat sebagai Kasubbag Latops Bagrenops Robinops Bareskrim
Polri.

Kapolres yang Lecehkan Islam dan Ulama Akhirnya Dicopot
Informasi dihimpun dari berbagai sumber, pergantian ini diduga ada kaitannya atas pernyataan Slamet yang dinilai telah melecehkan umat Islam di Kota Tebingtinggi.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 19 April lalu, Aliansi Umat Islam
Kota Tebingtinggi mengajukan surat somasi kepada Kapolresta Tebingtinggi
AKBP Slamet Loesiono untuk meminta maaf atas perkataan yang menyinggung
para ulama dengan tembusan surat ke Kapolri, Kapoldasu, Gubsu, Walikota
Tebing Tinggi dan Forum Komunikasi Umat Islam Kota Tebing Tinggi.

Kasus ini bermula saat Kapolresta Tebing Tinggi AKBP Slamet Loesiono
menggelar kegiatan coffee morning di Gedung Hj Sawiyah yang dihadiri
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan para ulama Tebing Tinggi,
Senin 18 April 2016.

Saat itu, para ulama mempertanyakan komitmen Kapolres Tebing Tinggi
dalam memberantas narkoba. Namum bukan jawaban yang didapat, justru
Kapolresta “mengumpat” para ulama. Adapun ucapan Kapolresta yang membuat
tersinggung para ulama adalah;

“Ulama hanya pandai ngomong, hanya pandai bicara dan tidak bisa berbuat. ”

“Diri dan keluarganya saja tidak bisa jadi contoh”

“Mengurus masjid dan jamaahnya saja tidak beres, di kamar suluknya saja
terdapat narkoba dan ulama jangan asal bicara kalau Anda saja tidak
beres.”

Pernyataan Kapolres di depan forum tersebut selalu diulang dan itu menyinggung perasaan ulama dan organisasi islam yang hadir.

Atas pelecehan ini, Aliansi Umat Islam Kota Tebing Tinggi yang mewakili 9
ormas islam MUI, FUI, Muhammadiyah, Al Washliyah, Al Ittihadiyah, FPI,
PMII, Rempala dan BKPRMI, mengajukan somasi.

Kapolres yang Lecehkan Islam dan Ulama Akhirnya Dicopot | Si Boy | 4.5
Leave a Reply