Misteri Unsur Korupsi di Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Part 6

By On Wednesday, April 20th, 2016 Categories : Serba-Serbi

Berita seputar penguatan saham PT Agung Podomoro Land (APLN) pada 7 Januari 2015 usai Ahok menerbitkan izin reklamasi Pulau G.

Dari republika.co.id yang ditulis Oleh Abdullah Sammy.

 
Apa pun itu, moratorium reklamasi pada akhirnya menguatkan bukti bahwa
izin yang sudah dikeluarkan Ahok salah secara administratif. Ada
kekeliruan besar karena reklamasi menabrak aturan hukum, yakni UU nomor
27 tahun 2007 yo UU no or 1 tahun 2014 dan Perpres nomor 122 tahun 2012.
Sebuah kesalahan yang harus ditelusuri dampaknya bagi negara.
Sebab
pada akhirnya, setiap keputusan pejabat yang merugikan negara dan
menguntungkan pihak lain (korporasi) di sisi sebaliknya, bisa tergolong
tindakan korupsi. Ini sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) UU No. 31 tahun
1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah
diubah dalam UU No. 20 tahun 2001, ‘Setiap orang yang secara melawan
hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau
suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian
negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara
paling singkat 4 (empat) tahun….” Hal ini pun berlaku dalam kasus
reklamasi.
Apakah dengan izin gubernur soal reklamasi itu
korporasi sudah mereguk untung dari jual beli aset properti di tanah
reklamasi? Ataukah apakah saham perusahaan meroket tinggi dengan
terbitnya surat izin terkait reklamasi?
Terkait pertanyaan di
atas, saya mencoba melakukan penelurusan seputar pemberitaan pergerakan
harga saham APLN di lantai bursa usai Ahok menerbitkan surat izin
reklamasi. Nyatanya ada sebuah temuan mengejutkan yang termuat lewat
sebuah artikel pemberitaan analisis saham per 7 Januari 2015.
Pemberitaan itu mengambil tajuk utama, ‘Ahok Setujui Proyek Reklamasi,
Saham APLN Naik 17 persen.’
Dalam artikel yang dimuat laman Bareksa.com
dijelaskan bahwa kebijakan mengeluarkan izin reklamasi telah memberi
dampak positif bagi saham Agung Podomoro Land (APLN) di lantai bursa.
Harga
Saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) hari ini mengalami penguatan
bersamaan dengan keluarnya izin pelaksanaan reklamasi Pluit
City…..Harga saham APLN sampai jam 15.00 wib menguat 17,27 persen
menjadi Rp 421 per saham dari sebelumnya Rp 359. Nilai transaksi saham
APLN hari ini mencapai Rp 170 miliar dengan aksi beli bersih investor
asing sebesar Rp 11,6 miliar
.” begitu isi artikel yang dimuat 7 Januari 2015, atau nyaris bertepatan dengan pengumuman soal terbitnya izin reklamasi.
Semua
temuan jelas masih mesti dikaji secara mendalam. Ini sembari
mempertimbangkan kerugian dari sisi lingkungan maupun dampak yang
diterima nelayan. Pantas pula kini muncul perdebatan sengit soal ada
atau tidaknya ikan di Teluk Jakarta. Sebab jika memang benar ada, maka
hal itu bisa menjadi salah satu dasar nelayan menggugat proyek reklamasi
yang telah merugikan mereka.

*** -1-  -2-  -3-  -4-  -5-  -6- ***

Misteri Unsur Korupsi di Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Part 6 | Si Boy | 4.5
Leave a Reply