2 Alat Bukti Kasus Ahok-Podomoro Sudah Terpenuhi! Kok Belum Ditangkap?

By | May 22, 2016
Catatan Si Boy – Dalam hukum, apabila sudah memiliki minimal 2 alat bukti, maka si terduga sudah bisa dijadikan tersangka. Maka tidak heran apabila terjadi kerusuhan pada saat demo KPK hari Jumat (20/5) yang lalu. Hal ini dipicu ketidak puasan rakyat terhadap kinerja KPK yang dinilai timpang dalam menangani kasus. Terutama kasus yang menjerat Ahok Gubernur DKI Jakarta.

Berikut daftar kejanggalan pada penanganan kasus Ahok oleh KPK:

1. Didalam kasus Ahok dan Podomoro, sudah terpenuhi 2 alat bukti yang cukup untuk menjadikan Ahok Tersangka. Apa saja alat bukti itu?2. Kesaksian Dirut Podomoro Ariesman, menyatakan atas permintaan Ahok mereka keluarkan 6 Miliar utk penggusuran Kalijodo. Satu alat bukti.

3. KPK menemukan Memo permintaan Ahok saat melakukan penggeledahan Dikantor Ariesman. Klop ada Memo ada kesaksian. Sudah dua alat bukti.

4. Lalu KPK menemukan 12 dokumen perjanjian proyek pemerintah yang dikerjakan Podomoro, Salah satunya rumah susun sewa sederhana Daan Mogot.

5. Belum lagi bukti yg katanya dibocorkan oleh KPK ada pemberian dana sebesar 392 Miliar. Dan berbagai bukti lain yg dipublish media Tempo.

6. PT. Agung Podomoro disuruh utk membiayai proyek penggusuran & pembangunan rusun yg nanti akan dibarter dengan proyek reklamasi oleh Ahok.

 7. Kenapa KPK begitu mudah mentersangkakan orang lain tapi untuk Ahokyang sudah begitu terbuka tidak? Ada apa dengan KPK? @KPK_RI.

8. Lalu apa lagi yang ditelusuri KPK? Sudah jelas.. malah mereka sendiri yang temukan bukti dan sudah klop dengan kesaksian Ariesman.

9. Ahok akan polisikan Tempo & Podomoro, Ariesman menyatakan data itu benar, Tempo katakan data itu Valid, Ahok urung polisikan mereka.

10. Semua data itu sudah ditangan KPK, Ariesman dapat membuktikan dan ada dokumennya, Ahok tdk dapat membuktikan. Lalu tunggu apa lagi KPK?

11. Apakah @KPK_RI akan gunakan alasan tolol lagi yaitu tidak ada Niat Jahat? Yg tau niat Jahat itu hanya Allah dan dicatat sama malaikat.

12. Jangan sampai KPK menjadi Komisi Penerima Komisi. Yang penting dapat komisi maka mereka jadi budak dari pemberi Komisi. @KPK_RI.

13. Ditunggu kelanjutan dari lembaga yang katanya Independen ini dalam menghadapi kasus Ahok. Masih jadi banci atau tidak? Terima kasih.

(by @stone_cobain dalam portalpiyungan.com)

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *