Koran Lokal Kisahkan Peran Kivlan Zein Membebasan Sandera Abu Sayyaf, sekaligus Bungkam Para Pembohong!

By On Friday, May 20th, 2016 Categories : Serba-Serbi
Catatan si Boy – Berarti klaim Surya Paloh yang “berjuang hampir tertembak” dalam membebaskan para sandera itu benar-benar lebay dan bohong besar! Koran Lokal Kisahkan Peran Kivlan Zein Membebasan Sandera Bungkam Para Pembohong tersebut. Bahkan statement Megawati yang bilang “jelas saja sandera dilepas, wong dibayar kok!” juga merupakan kebohongan belaka. 
Koran Lokal Kisahkan Peran Kivlan Zein Membebasan Sandera, sekaligus Bungkam Para Pembohong!
Dalam pembebasan sandera pelaut
Indonesia yang disekap kelompok Abu Sayaf di Filipina, peran Mayjen TNI
(Purn) Kivlan Zein ternyata memang tak bisa dianggap sebelah mata.

Jasa Kivlan yang mantan komandan pasukan perdamaian Organisasi
Konferensi Islam (OKI) untuk perdamaian di Filipina tahun 1996 itu
terbukti dengan adanya artikel berita, foto, dan video yang dirilis pleh
harian lokal ‘Mindano Exminer’ edisi Kamis 12 Mei 2016 dan
ditayangkan pada pukul 06:48 waktu setempat. Laporan ini ditulis oleh
seorang jurnalisnya yang bernama Ely Dumaboc.

Artikel berita itu berjudul ‘Sayyaf frees 4 Indon sailor in Philillines’ (Abu Sayyaf bebaskan 4 Pelaut Indonesia di Filipina).

Adanya artikel ini jelas menepiskan begitu banyak klaim atas pihak-pihak
di Indonesia yang menyatakan berjasa dalam negoisasai pembebasan
sandera. Bahkan saking semangatnya, klaim dari jasa pembebasan tersebut
menjadi terlihat aneh karena kemudian berubah sebagai sebuah pecitraan
politik. Akibatnya, keadaan malah kontra produktif. Segala klaim yang
mereka nyatakan tersebut dijadikan bahan ‘olok’olok’ publik di media
sosial (netizen).

Berikut terjemahan artikel tersebut dalam bahasa Indonesia:

Sayyaf frees 4 Indon sailors in Philippines

Sulu — Kelompok Abu Sayyaf telah membebaskan empat pelaut Indonesia pada
Rabu lalu setelah serangkaian negosiasi dengan mantan kelompok
pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro di provinsi Filipina selatan,
Sulu.

Tokoh MNLF Nur Misuari berhasil membujuk Abu Sayyaf untuk membebaskan
para pelaut tanpa tebusan, yang mana kemudian gubernur provinsi Totoh
Tan, yang kemudian menerima para sandera Indonesia itu di rumahnya di
kota Jolo.

Istri Misuari, Tarhata, dan mantan jenderal angkatan darat Indonesia
Kivlan Zein Didampingi para pelaut – Mochammad Ariyanto Mijnan, Lorens
Peter Dede Irfan Hilmi dan Samsir ikut — ikut

hadir dalam acara penyerahan sandera itu kepada Tan.

Tidak Ada Uang Tebusan yang Dibayar

Kivlan Zein untuk kedua kalinya kembali meminta bantuan Misuari untuk keamanan para sandera yang dibebaskan di kota Indanan.

Dalam pertemuan dengan pejabat Gubernur Sulu Totoh Tan, Kivlan kemudian
memberikan penjelasan tentang peran Misuari dalam membujuk Abu Sayyaf
agar bersedia membebaskan para pelaut, yang merupakan awak kapal
tugboat. Mereka ini diculik bulan lalu di laut lepas provinsi Tawi-Tawi
dekat perbatasan Sabah, dan dibawa mereka ke Provinsi Sulu.

“Itu semua hasil persuasi MNLF dan upaya bersama dari militer dan
polisi, pemerintah daerah, dan provinsi. Tidak ada uang tebusan yang
dibayar untuk kebebasan orang Indonesia,“ kata Totoh Tan, selaku ketua
komite manajemen krisis lokal, kepada Mindanao Examiner.

Tidak ada satu pun dari antara para sandera berbicara, tapi mereka semua
berterima kasih kepada Tan dan berjabat tangan dengan dia. Wakil
Gubernur Sulu Salur Tan ikut hadir dalam pertemuan itu.

Nur Misuari Punya Peran Besar

Kivlan Zein memuji Misuari dan Tan dan Pemerintah Filipina dalam peran mereka dalam mengamankan kebebasan orang Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih Saudara Nur, MNLF, Gubernur Tan, dan
Pemerintah Filipina serta semua pihak yang membantu dalam mengamankan
pembebasan para sandera,” katanya.

Menurut para sandera, Tan memang kemudian membawanya ke rumah sakit
militer di Kota Jolo untuk pemeriksaan medis rutin sebelum diserahkan
kepada para pejabat Pemerintah Indonesia.

Bulan lalu, Misuari telah berusaha membebaskan 10 awak kapal tugboat
Indonesia diculik oleh Abu Sayyaf di Provinsi Tawi-Tawi setelah Kivlan
Zein mengimbau MNLF untuk membantu Jakarta dalam membebaskan para
sandera. Pelaut yang dibebaskan itu kemudian dibawa anggota MNLF ke
kediaman Tan dan kemudian mereka diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Abu Sayyaf–yang berjanji setia dengan kelompok militan Negara
Islam–sampai kini masih menahan empat orang sandera, yakni pelaut
Malaysia, seorang pria Kanada, manajer resor Norwegia, seorang
fotografer Belanda, dan seorang pemburu harta karun Jepang di Filipina
Selatan. (Laporan dari Ely Dumaboc)

Sumber: ROL

Incoming search terms:

|, kivlan zein pembohong, , net tv pembebasan sandera oleh kivlan|
Koran Lokal Kisahkan Peran Kivlan Zein Membebasan Sandera Abu Sayyaf, sekaligus Bungkam Para Pembohong! | Si Boy | 4.5
Leave a Reply