Dituduh Provokator Soal PKI, Jawaban Mayjen (Purn) Kivlan Zein Bikin Merinding dan Bungkam Haters

By On Monday, June 13th, 2016 Categories : Serba-Serbi
Catatan si BoyJawaban Mayjen (Purn) Kivlan Zein (6/6/2016), menanggapi serangan haters:
Jawaban Mayjen (Purn) Kivlan Zein (6/6/2016), menanggapi serangan haters
Mayjen (Purn) Kivlan Zein
 

Kontroversi seputar kebangkitan Komunis semakin heboh, mulai dari
penyebutan pengalihan isu, provokator, dan banyak lagi serangan yang
seolah mereka terbaik dan paling benar, semua terkait peran saya untuk
mewaspadai hal tersebut bersama dengan para Purnawirawan-purnawirawan
dan juga ormas-ormas yang keluarganya pernah merasakan Kekejaman dan
Kebengisan PKI bersama pengikutnya, baik pada tahun 1948 sampai dengan
1965 yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya polemik di tengah-tengah
masyarakat.

Mulai dari pro maupun kontra terhadap peran saya bahkan sampai-sampai
ada yang membully saya, namun dengan demikian, dengan adanya bully
tersebut saya hanya senyum-senyum gimana gitu sambil tertawa kecil
karena inilah demokrasi, walaupun sampai-sampai anak dan istri saya
prihatin, sedih, marah melihat Bapaknya di bully dan di fitnah habis
habisan.

Namun dengan begitu saya sangat bersyukur karena ketika kebaikan muncul
akan ada saja kedjoliman-kedjoliman yang muncul entah dari mana saja
rimbanya dan pastinya dibalas dengan kebaikan karena ketika saya di
djolimi dan juga munculnya fitnah-fitnah yang ada pada saat itu juga
masih banyak yang membela saya.

Diantara pernyataan yang mencoba menyinggung saya menyebutkan
“Sayang namanya sudah baik ketika membebaskan awak kapal Indonesia yang di sandera di Filiphina, kok mau maunya meributkan PKI”.

“Provokartor”, yang lebih lucunya lagi sangat banyak dari mereka mencoba
membangitkan permasalahan pada tahun 1999 terkait pernyataan Gusdur
tentang Mayjen K sebagai dalang kerusuhan Ambon. Padahal masalah itu
sudah clean and clear saya bukan dalang dan provokator Ambon. Dari sini
saja dapat di ambil kesimpulan kecil dan sederhana yaitu mereka tidak
tahu kejadian, kronologi, bahkan permasalahan namun mencoba memaksakan
pendapat atau pandangannya tanpa melihat aspek-aspek yang ada.

Ingat!!!
Tidak ada niat jahat apapun, niat hanya Lillahi Ta’ala dan menyelamatkan Bangsa.

Peringatan buat para Hatter-hatter yang ingin mencari panggung dengan
upaya-upaya yang menurutnya bisa mendobrak popularitas juga mencoba
mencari perhatian orang-orang yang dia bully, sungguh kasihan, inilah
Maling teriak Maling.

Hanya sedikit informasi bagi hatter-hatter bahwa Saya selalu berusaha
untuk berbuat dan beramal untuk keselamatan Indonesia walaupun kini saya
sudah pensiun sekian lama begitupun dengan jenderal-jenderal yang lain.
Kami tidak perlu panggung lagi karena sudah punya panggung dan berperan
menyelamatkan bangsa indonesia atau ada bahasa lain yang di sampaikan
seperti cari muka, buat apa???lah wong sudah punya muka kok.

Jika jumlah kecil yang hanya 14 orang tersandera kemarin saja saya
terlibat untuk menyelamatkan mereka, apalagi saat ini dengan jumlah
sangat besar yang mencapai ratusan juta anak Bangsa terhadap kebangkitan
Komunis yang telah melakukan kebiadapan dan kebengisan sehingga
mengakibatkan para Jenderal-jenderal, Ulama-ulama dan Umat Muslim serta
Tokoh-Tokoh Masyarakat TERBUNUH.

Ingat tidak jargon “The Old Soldier Never Die”??? Kehidupan saya, saya dedikasikan untuk Bangsa dan Negara Ini.

Maaf bukan ingin sombong atau menyombongkan diri, ingin dipuji tapi
hanya sekedar ingin memberitahu kepada orang-orang jika ada yang
mengkritik saya tekait keadaan dan situasi negara ini, apa yang sudah
mereka

berikan???

Sekarang saya coba sampaikan sebagian bukti dedikasi saya untuk Bangsa
dan Negara ini. Agar orang-orang yang nyinyir terhadap saya bisa faham
atas dedikasi saya selama ini.

1. Pada tahun 1973 saya terlibat dalam Pembebasan Sandera di Papua
dimana Sanderanya yang merupakan seorang Bupati di salah satu kabupaten
yang ada di Papua.

2. Pada tahun 1977 Pembebasan Pasukan yang terkepung di Illaga, Mulia,
Piramid, Wamenna di Papua. Pada kesempatan itu saya mendapat kenaikan
Pangkat Luar Biasa, yaitu dari Kapten ke Mayor

3. Pada tahun 1981 juga masih dalam Pembebasan Sandera yang mana Sanderanya merupakan seorang WNA asal Malaysia.

4. Pada tahun 1982 saya Sekolah ke Amerika bersama SBY.

5. Pada tahun 1985, 1986, 1987 saya berprestasi di Timtim, bahkan
pasukan saya yang sudah terlatih tersebut saya berikan kepada Prabowo
hanya demi menjaga keutuhan NKRI pada saat itu. Pada saat itu saya
mendapat kenaikan pangkat luar biasa untuk kedua kalinya yaitu dari
Mayor ke Letkol.

6. Pada tahun 1995-1996 saya sukses mendamaikan Moro National Liberation
Front (MNLF) dengan pemerintah Filiphina. Pada saat itu saya
mendapatkan kembali kenaikan pangkat, namun kali ini sangat sangat luar
biasa yaitu dari Kolonel yang hanya satu tahun langsung menjadi Brigjen.

7. Pelepesan 15 kapal ikan indonesia milik PT Jayanti yang baru di beli
dari china kemudian tertangkap dan di tahan oleh AL Filiphina Selatan.

8. Pada bulan Mei tahun 1998 mengamankan jakarta dari kerusuhan bersama
ABRI lainnya dengan hasil misi yang berhasil hanya dengan tempo 3 hari.

9. Masih pada tahun yang sama yaitu bulan November tahun 1998
mengamankan MPR RI dari serbuan masa yang anti Sidang Istimewa dan
dicurigai pergerakan itu di gerakkan oleh Anasir Komunis yang akan
membunuh anggota MPR dan juga Presiden Habibi kala itu dan moment itu di
kenal dengan Pamswakarsa.

10. Pada tahun 1999 mengamankan MPR RI dari serbuan masa PDIP karena saat itu Megawati tidak terpilih jadi Presiden.

11. Dan yang paling hangat lagi, Atas rencana Mabes TNI dan Bais,
Jenderal tua ini masih mau membaktikan dirinya dengan taruhan nyawa demi
membebaskan sandera di Filiphina Selatan. Sampai saat ini tidak satupun
penghargaan dan ucapan terima kasih dari presiden kepada saya, dan saya
tidak Membutuhkan dan Mengaharapkan karena yang saya lakukan hanya demi
kemanusiaan dan Lillahi Ta’ala.

Sekarang karena bangsa dan negara terancam lagi, maka saya terpanggil
lagi bersama para Jenderal tua lainya dan beberapa elemen Ormas yang
peduli NKRI dalam menghadapi Komunis Gaya Baru yang di sebutkan oleh
para hatter-hatter saya dan katanya di rancang oleh pemerintah bersama
para jenderal para pendukung jokowi.

[Foto: Mayjen TNI Kivlan Zen bergandeng tangan dengan Nur Misuari tokoh
dan pendiri Moro National Liberation Front (MNLF) saat pembebasan
sandera]

Para hatter sebenarnya sudah berbuat apa sih???

Dalam hal-hal yang saya sebutkan terkait diri saya, perlu di ingat itu
bukan untuk pamer ya!!! atau ingin membanggakan diri namun hal tersebut
hanya untuk jadi pembelajaran bagi orang-orang yang suka nyinyir dan
tidak membully orang seenak jidadnya, dan itupun kalau mereka mau
berfikiran positif.*

___
*Sumber: fb Kivlan Zein

Characteristic of a Good Test, Ciri-Ciri (Karakteristik) Tes yang Baik, English Language Assesment, English Language Evaluation, English Language Testing, Evaluasi Bahasa Inggris,

Dituduh Provokator Soal PKI, Jawaban Mayjen (Purn) Kivlan Zein Bikin Merinding dan Bungkam Haters | Si Boy | 4.5
Leave a Reply