KPK Beberkan Skandal Sumber Waras di DPR, Apa Hasilnya?

By | June 13, 2016
Catatan si Boy – Akhirnya drama skandal sumber waras segera berakhir. Banyak yang bertanya-tanya tentang kinerja KPK yang lambat dan terkesan tidak objektif dalam menangani kasus korupsi kongkalikong sumber waras. Besok KPK akan Beberkan Skandal Sumber Waras di DPR.
KPK Beberkan Skandal Sumber Waras di DPR
Seperti yang diberitakan oleh teropongsenayan.com bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
memastikan bahwa penyelidikan dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras sudah mendekati finish.
Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya akan membeberkan hasil kesimpulan penyelidikan itu saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi lll DPR RI.”Konklusinya besok akan kami sampaikan di DPR,” kata Agus di gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Kendati telah mengantongi kesimpulan, namun saat ini Agus belum mau mengungkapkannya kepada awak media.

Dia hanya menyampaikan, kesimpulan KPK kemungkinan tidak akan sesuai harapan sebagian pihak.

“Bisa saja kasus itu tidak memenuhi harapan beberapa pihak, tapi memenuhi harapan pihak lain,” kata dia.Dijelaskan Agus, komisi antirasuah itu masih akan meminta keterangan ahli instansi lain dalam penyelidikan ini. Namun dia tidak menyebutkan instansi yang dimaksud.

Diketahui, sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memastikan adanya 6 penyimpangan dan kerugian uang Negara dalam pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI.

Temuan tersebut didapat setelah BPK melakukan audit investigasi sebagaimana permintaan komisioner KPK pimpinan Taufiqurrahman Ruki periode sebelumnya.

“Terdapat enam penyimpangan, antara lain perencanaan, penganggaran, pembentukan tim pengadaan pembelian lahan RS Sumber Waras, pembentukan harga, dan penyerahan hasil,” kata Anggota III BPK RI, Eddy Mulyadi Supardi saat menyerahkan hasil auditnya ke KPK tahun lalu.

Menurut Eddy, penyimpangan yang terjadi dalam pengadaan lahan RS Sumber Waras merupakan masih dalam satu siklus. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh. Menurut dia, pendalaman lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak KPK.

“Menyimpang itu satu siklus, proses awal sampai akhir terhadap pengadaan lahan. Secara detail KPK akan dalami,” ujar Eddy.

Eddy
mengatakan, audit investigatif yang dilakukan oleh BPK merupakan permintaan dari KPK. Menurut dia, hasil audit tersebut kini telah diserahkan kepada pihak KPK.

Sementara terkait substansi dan kesimpulan hasil pemeriksaan, termasuk dugaan kerugian negara, menurut Eddy, saat ini merupakan ranah KPK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *